DOREMI: Satu Panggung, A Thousand Perspectives
DOREMI: Satu Panggung, A Thousand Perspectives
May 3, 2026
3 views

Kota Malang — Debat merupakan salah satu sarana paling nyata untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, serta keterampilan komunikasi, khususnya dalam penggunaan Bahasa Inggris. Hal ini diwujudkan oleh Community of Moklet English Talent (COMET) SMK Telkom Malang melalui kegiatan bertajuk Debate of Reason, Meaning and Insight (DOREMI) yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X dan XI SMK Telkom Malang.
Nama DOREMI bukan sekadar akronim. Terinspirasi dari tangga nada dalam musik, nama ini melambangkan harmoni dalam perbedaan. Setiap argumen diibaratkan sebagai nada yang memiliki peran penting dalam menciptakan kesatuan pemahaman yang utuh. Sebagai pengembangan dari program sebelumnya, Debate on February (DORY), DOREMI hadir tidak lagi terikat pada waktu pelaksanaan tertentu, melainkan berfokus pada proses pertukaran gagasan yang mampu menghasilkan pemahaman dan insight yang lebih mendalam.
Peserta menyampaikan argumen menggunakan mikrofon pada sesi debat DOREMI COMET 2026. (Dok. COMET Moklet)
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diuji kemampuannya dalam berpikir kritis di bawah tekanan. Setelah mosi diberikan, peserta diberikan waktu untuk menyusun strategi dan mencatat poin-poin argumen secara mandiri tanpa bantuan perangkat elektronik. Tantangan ini bertujuan melatih kemandirian berpikir dan kecepatan merespons isu secara objektif.
Peserta maju satu per satu untuk menyampaikan argumen di hadapan juri. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan kualitas argumentasi, gaya berbicara, struktur logika, serta kemampuan merespons interupsi. Di sela proses tersebut, pembina COMET, Ibu Ardhian Suseno, M.Pd., turut memberikan evaluasi performa agar peserta memahami standar debat yang diharapkan secara profesional.
Suasana babak final DOREMI COMET 2026 — peserta tampil di atas panggung menyampaikan argumen di hadapan dewan juri. (Dok. COMET Moklet)
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, DOREMI dirancang sebagai wadah pengembangan karakter literasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, COMET tidak hanya mengidentifikasi potensi debater unggulan, tetapi juga memperluas jaringan antarsiswa serta menciptakan ruang pertukaran gagasan yang bermakna. Setiap perspektif yang disuarakan menjadi bukti bahwa satu panggung mampu menampung ribuan sudut pandang yang berharga.
“Debat bukan hanya tentang memenangkan argumen, tetapi tentang bagaimana kita melatih keberanian untuk bersuara dan berpikir kritis terhadap isu dunia. Melalui DOREMI ini, saya berharap COMET bisa menjadi rumah bagi para debater untuk tumbuh, tidak hanya sebagai orator yang hebat, tapi sebagai pemikir yang solutif bagi masa depan,” ujar ketua pelaksana DOREMI, Mar’atussyifa Ussakinah.
Foto bersama seluruh panitia dan peserta DOREMI COMET 2026 di depan backdrop kegiatan. (Dok. COMET Moklet)
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMK Telkom Malang untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat dalam Bahasa Inggris. Dengan demikian, COMET tidak hanya mencetak debater unggul, tetapi juga generasi muda yang siap membawa perubahan positif di masa depan.
Karya: Mar’atussyifa Ussakinah
Berita Terkait

