Mengasah Intelektualitas, Menjaring Debater Unggul: Coco’s Hunt for A Debater COMET 2026
Mengasah Intelektualitas, Menjaring Debater Unggul: Coco’s Hunt for A Debater COMET 2026
May 2, 2026
6 views

Kota Malang — Literasi bukan sekadar kecakapan membaca, melainkan ketajaman dalam mengolah informasi serta menyusun argumen yang berlandaskan logika. Hal ini diwujudkan oleh Community of Moklet English Talent (COMET) SMK Telkom Malang melalui kegiatan bertajuk “Coco’s Hunt for A Debater” yang dilaksanakan pada 3 hingga 4 Februari 2026 di Ruang Gabungan sekolah.
Menjaring debater yang kompeten bukanlah proses yang instan. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah penjaringan utama menuju program Debate Of Reason, Meaning and Insight (DOREMI). Lebih dari sekadar lomba internal, ajang ini merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi siswa siwi SMK Telkom Malang Angkatan 33 dan 34 sebelum mereka terjun ke kompetisi debat di tingkat nasional maupun internasional.
Pembina COMET, Ibu Ardhian Suseno, M.Pd, memberikan arahan serta mosi kepada para
peserta. (Dok. COMET Moklet)
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diuji kemampuannya dalam berpikir kritis di bawah tekanan. Setelah Ibu Ardhian Suseno memberikan mosi, peserta diberikan waktu selama 10 menit untuk menyusun strategi dan mencatat poin-poin argumen secara mandiri tanpa bantuan perangkat elektronik. Tantangan ini bertujuan melatih kemandirian berpikir dan kecepatan merespons isu secara objektif.
*Suasana saat peserta memanfaatkan waktu 10 menit untuk menyusun argumen secara
mandiri. (Dok. COMET Moklet) *
Peserta maju satu per satu untuk menyampaikan argumen di hadapan juri. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan kualitas argumentasi, gaya berbicara, struktur logika, serta kemampuan merespons interupsi. Dari seluruh peserta, terpilih 21 debater terbaik yang dinyatakan lolos seleksi. Di sela proses tersebut, pembina turut memberikan evaluasi performa agar peserta memahami standar debat yang diharapkan secara profesional.
*Suasana saat peserta maju menyampaikan argumen di hadapan dewan juri. (Dok. COMET
Moklet) *
Bagi peserta yang lolos seleksi, perjalanan mereka belum berakhir. Mereka akan memasuki tahap latihan intensif bersama pembina COMET, meliputi penguatan teknik case building, penyusunan argumen yang lebih solid, serta pembinaan mental untuk menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.
“Debat bukan hanya tentang memenangkan argumen, tetapi tentang bagaimana kita melatih keberanian untuk bersuara dan berpikir kritis terhadap isu dunia. Melalui Coco’s Hunt ini, saya berharap COMET bisa menjadi rumah bagi para debater untuk tumbuh, tidak hanya sebagai orator yang hebat, tapi sebagai pemikir yang solutif bagi masa depan,” ujar ketua pelaksana Coco’s Hunt for A Debater, Mar’atussyifa Ussakinah.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMK Telkom Malang untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Dengan demikian, COMET tidak hanya mencetak debater unggul, tetapi juga generasi muda yang siap membawa perubahan positif di masa depan.
Karya: Mar’atussyifa Ussakinah
Berita Terkait

